Suketku
Tahun ini untuk mendaftar CPNS harus memiliki syarat unik yang berbeda dengan tahun sebelumnya, yaitu harus memiliki Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani dari Rumah Sakit pemerintah, karena otomatis cuma di RSUD yang ada dokter Kejiwaannya. Kalau tahun lalu cukup dengan Suket Jasmani saja dan bisa didapatkan di Puskesmas masing-masing kecamatan dengan biaya cukup terjangkau.
Setelah melihat jumlah formasi Kabupaten Gunungkidul kumantapkan hatiku untuk bersiap perang melawan ribuan peserta untuk yang keempat kalinya, setelah sebelumnya 3 kali aku menelan pil pahit usai menyaksikan hasil ujianku. Kutepis nyaliku yang menciut dengan kalimat "Yang penting aku sudah berusaha sekuat tenaga, apapun hasilnya Alloh Yang Maha Berkehendak Yang Maha Menentukan". Kegagalan demi kegagalan justru menjadikan cerita hidupku semakin indah dan berwarna penuh makna.
Pertama aku buat akun, lanjut cari suket yang ternyata biayanya lumayan larang gaes. Mengingat di grup wa CPNS Gunungkidul sudah pada geger mengobrol seputar riuh dan ribetnya mencari dua lembar persyaratan itu. Sabtu pagi pukul 05.30 WIB, aku bersama kedua buah hatiku diboncengke tukang ojek ganteng ke RSUD Wonosari.
Segera ku daftarkan diri dengan menulis nama dan alamat, setelah mencapai 200an pendaftar, petugas segera membagikan kartu antrian dengan memanggil satu persatu. Aku menunggu urutan angka 142 sambil digelayuti manja kedua anakku. Kemanapun Emaknya pergi selalu mengekor di belakangku.
Setelah kugenggam nomer antrian anak sulungku bertanya, "Endi tak ndelok Mak sukete? Mamak wes oleh sukete to?" Kujawab sambil senyum, " iki baru nomer antrian yo Kak". Kulihat raut cemberut wajahnya, pertanda kecewa. Lalu aku menasehatinya supaya bersabar dan diniati wae piknik melihat berbagai tingkah dan kondisi orang di RSUD. Batinku tertawa geli dengan ide konyolku itu. Lha piye maneh memang prosesnya lama dan tidak mungkin juga, dia dan adiknya tak tinggal sendiri dirumah. Dan pikirku tidak seribet ini, sistem antrian dan prosedurnya berjalan tertib. Eee lha dhala. Kudu sabar berlapis lapis judule.
Setelah petugas memberikan pengumuman, bagi yang berkeinginan untuk membuat suket untuk mendaftar CPNS silahkan menuju ruang sebelah. Segera ku berdiri dan menggandeng anak-anak ke gedung sebelah. Disana sudah ratusan orang berderet-deret antri. "MasyaAlloh...waoooww ini antrian kok sudah mengular terus antrianku 142 piye nasibe? Kalau kondisi antriannya begini dari rumah sehat waras wiris kesini niatnya mau cari suket Jasmani dan Rohani iso-iso malah dadi loro nek ngene iki". Gumamku dipenuhi rasa jengkel.
Setelah ngobrol sana sini, ternyata antrianku 142 tadi tidak berguna, artinya harus mengulang dengan antrian yang super panjang itu. Duhhh... Lemes lunglai badanku bagai tak bertulang rasanya. Kurebahkan badanku dan selonjoran disamping pot besar depan pintu masuk. Tak ku hiraukan apa kata orang sekitar. Setelah pikiranku tenang ku coba ikut ngantri untuk daftar ulang, tapi lagi-lagi kedua bocilku rewel berlarian terus ke luar, malah bikin hatiku deg-degan apalagi sampai menghilang dari pandanganku. "Biarlah antrian ku hilang ditempati orang." selorohku. Daripada capek body dan pikiran akhirnya, kuputuskan untuk segera pulang dulu karena sama saja hari itu belum bisa mengantongi suket, yang penting aku sudah masuk daftar list yang telah diarahkan oleh petugas agar datang lagi di lain hari, sesuai jadwal yang akan ditampilkan di Website RSUD.
Hari Rabu, bubaran mengikuti ujian Pretes PPG aku langsung ngibrit menuju RSUD untuk mengintip antrian. Sampai dipojok Masjid aku teringat kalau uangku tak cukup untuk bayar suket. Akhire aku melongok ke kanan kiri mencari pojok ATM. Setelah bertanya akhire aku berhasil ngedem sebentar dan menggesek 4 lembar uangku.
Lanjut ku langkahkan kaki menuju
loket pendaftaran yang kemarin digunakan untuk mengelist daftar antrian, segera ku tanyakan perihal suket tersebut. Alhamdulillah ternyata aku masih kebagian kuota hari itu, meski dengan nomer yang cukup fantastis yaitu 333. Dibelakangku ada teman senasib yang dari kemarin Sabtu bareng menuliskan daftar antrian dan kebetulan hari itu juga barengan lagi untuk segera menimang suket.
Sampai di lantai 4 ternyata antrian juga panjang banget karena yang terdaftar untuk periksa baru sampai urutan 150an. Ohh no, oh yes... sabar sabar ku tepuk dadaku biar tenang. Setelah menunggu beberapa saat, aku teringat tiba waktunya menjemput anakku kurang 30 menit lagi. Galau seketika muncul, lalu kurogoh hpku ditas untuk mengirimkan pesan dengan sang kekasih. Dia ternyata tidak bisa njemput karena sedang ada acara liquiditas bersama temannya. Hiks, akhirnya ku beranikan diri tanya dengan petugas "Sampai jam berapa ya pak, pelayanan suket hari ini?" Saya mau pulang dulu, njemput anak terus nanti jam 14.00 WIB balik lagi ke sini". Tanyaku. "Maaf Mbak, jam 14.00 WIB saya sudah pulang". Jawabnya.
Mendengar jawaban dari petugas, aku duduk sebentar mikar-mikir sambil komat-kamit berdoa dan istighfar, tak bisa dipungkiri pikiran ku bingung tak karuan. Selang beberapa menit, kumantapkan untuk pulang mendingan balik lagi besok, eee lha kok petugasnya manggil aku. Segera ku mendekat dan bertanya-tanya "Ada apa pak?" Tanyaku. "Mbak nomer antrian berapa? Karena kami kasihan njenengan kangelan bolak balik, sekarang Mbak tak disikke, tapi ssstttt... nggak usah bilang siapapun." Ucap Mbak petugas yang kemarin Sabtu aku pandang sebagai petugas yang sangar dan galak.
Ohhh...No ohhh...Yes Alhamdulillahhhh ngimpi opo aku semalem urusan suketku dimudahkan Alloh. Jerit bahagia di dalam batinku berpadu senyum sumringah merekah indah pokoke. "Maturnuwun nggih Pak, Mbak, njenengan sampun apikkan kaleh kulo" ucapku penuh rasa haru dan bahagia.
Setengah jam kemudian, usai mengikuti rangkaian urutan periksa jasmani dan rohani dengan para dokter sejumlah petugas yang melayani suket. Akhirnya Yeyeyeye.... Surat Keterangan Jasmani dan Rohaniku sudah ditangan.
Alhamdulillah...tsumalhamdulillahh... tsumalhamdulillahh... Yaa Alloh.
Semoga Engkau memudahkan proses pendaftaran CPNS 2019 dan aku berhasil lolos tahun ini. Aamiin Yaa Robb. Begitulah puja pintaku sepanjang perjalanan menuju pulang ke rumah.


Komentar
Posting Komentar