Suka Duka Sebuah Pengabdian Sejak tahun 2007 lulus kuliah D2 PGSD UNY si Tun mengabdi jadi guru honorer di sekolahan negeri. Sampai usianya sudah kepala tiga lebih sedikit, dia tetap mempertahankan status GTTnya. Padahal teman-teman kuliahnya dulu sudah menyandang gelar Profesional dan ber NIP. Penampilan dan gaya hidupnya tentu sudah ketinggalan jauh jika dibandingkan dengan temannya yang sudah bergaji senilai berjut-jut. Penasaran wujudnya Si Tun??? Hahaha. Dalam hidupnya si Tun selalu memegang prinsip "Alon-alon waton kelakon" rejeki itu misteri Illahi, diburu bakal mlayu yen pancen durung jatahe. Jadi sebenarnya dia bukan tipe pribadi yang ngongso. Kerja keras ya seperlunya saja yang penting selalu dan selalu diniati ibadah. Dapat rejeki sedikit tidak apa-apa, yang penting halal, mberkahi, sehat slamet bagas waras, diparingi enteng nglakoni ngibadah wajib lan sunah. Bukankah tujuan hidup hanya untuk ngibadah? Bukan hanya sekedar memenuhi keinginan d...